Kamis, 02 Agustus 2012

loro ati dadi ban serep

Sekitar tanggal 18 juli kemaren saya memberanikan diri untuk menyatakan isi hati ini sama seorang cewe'. Kita ketemuan setelah pulang kerja di sebuah tempat makan siap saji. Setelah menunggu cukup lama akhirnya dia datang dan kemudian kita pesen makanan dan menempati tempat yang cukup nyaman klo menurutku..meskipun area merokok tapi kebetulan yang merokok hanya beberapa orang saja (kebetulan saya g merokok)

Setelah ngobrol cukup lama akhirnya saya berani ngomong tapi saya tanya dulu apakah dia sudah punya pasangan..dan jawabannya belom...
saya klo bisa menunggu jawabannya waktu itu juga tapi kenyataannya dia minta waktu untuk berpikir lagi karena dia g mau membuat kesalahan yang sama untuk kesekian kalinya dalam hal mencari pasangan..saya tau klo ini adalah keputusan sulit jadi saya memberi waktu dia untuk berpikir dengan syarat harus ada kepastian kapan dia mau jawab...
dia sebenarnya masih bingung mau jawab kapan tapi karena saya paksa buat menentukan waktunya akhirnya dia minta sampe 1 mingguan klo g salah...saya paksa karena saya g mau penyataan saya ini digantung kan...

seminggu berselang dengan segala galaunya(kata anak2muda) akhirnya hari itupun tiba...kita kumpul sama temen2 seperti biasa di rumah siwalan(rumah salah satu sahabat) sambil menunggu buka bersama..setelahh itu kita berangkat ke kampung ramadhan yang kebetulan belom pernah kesana..
kita keliling di kampung ramadhan dan kemudian kita duduk sambil makan bareng2..kemudian setelah lama disana kira2 jam 9 malem kita pulang...dan diperjalanan pulang saya tanya lagi gimana jawabannya waktu aku nembak dia..
agak hening sebentar dan hanya ada suara klakson serta suara gemuruh kendaraan (lebay..hehe) dia bilang 'kita as a frend aja ya'....langsung JEGEEEEEEEERRRR....kaya disambar orang ganteng..hehe,,,saya hanya terdiam beberapa saat...lalu saya molai bicara lagi dan menanyakan alasannya..dan dia hanya diam dan mengalihkan pembicaraan..dan saya hanya menerima segala resikonya (memang itu jawabannya..diterima/ditola)

ternyata selidik punya selidik alasan dia menolak adalah dia sudah pacaran sama mantannya beberapa hari setelah aku menyatakan isi hati ini....rasannya sakit banget dengernya..masih ingat dalam pikiran saya bahwa padahal tempo hari dia bilang g akan balik sama mantan apapun alasannya..
pikiran g sehatku molai keluar bahwa saya hanya dijadikan 'ban serep' apabila dia g jadi sama si pacarnya itu...saya molai bertanya2 mengapa dia minta waktu buat memikirkan hal itu sedangkan mantannya minta balikan bisa secepat itu bahkan hari itu juga dapat jawaban...
dia juga yang bilang supaya saya harus berusaha dan dari cara dia berinteraksi sama saya juga ada tanda2 dia juga ada rasa sama saya tapi  apa daya...nasi sudah menjadi karak...

itu yang membuat aku sakit hati...dengan segala tetek bengek yang dia bicarakan ternyata itu omong kosong semua..dia hanya seorang PHP (jare arek saiki) dan saya hanya menerima sakit hati dan merasakannya sendiri...tapi beruntung ada sahabat2ku yang memberi kekuatan saat saya terjatuh...
ternyata ada juga cewe yang bersikap begitu..memang benar wanita racun dunia (jare changcuters)

keingat kata2 ini "laki2 itu jangan takut gagal...tapi jangan bodoh ambil resiko"
matahari masih terbit dari timur dan hari masih akan terus berjalan...
SMANGAT PAGI

Rabu, 06 Juni 2012

preman berseragam

sekitar 2 bulan kemaren banyak diberitakan aparat berseragam khususnya coklat menghiasi layar kaya karena indakan yang kurang mencerminkan sebagai pelindung dan pengayom masyarakat..
tindakan menggunakan senjata api sesuai keinginan dan tidak sesuai dengan prosedur yang berlaku layaknya koboi jalanan mengakibatkan banyak terjadi korban..

malah paling baru terjadi ketika pertandingan di gelora 10 november antara persebaya vs persija (versi ipl) berkesudahan 3-3..sejatinya penonton tertib pulang tapi para bonek yang mau mengambil spanduknya malah dihadang oleh polisi..
para penonton yang tersulut emosinya dengan melempari polisi dengan air mineral dan dibalas pake gas air mata..ulah arogan aparat itu yang mengakibatkan terdapat 1 korban jiwa..
'sak umur2 g tau ono korban jiwa nang G10N...iki ono pisan gara2 aparat gendeng sing sak karepe dhewe'
koraban luka2 juga banyak ketika aksi preman aparat berlanjut di luar stadion...dengan bersenjata kayu rotan mereka memukuli para suporter dengan membabi buta...
apa ini yang disebut prosedur???hmm....

kata orang surabaya...'polisi iku kalah menang nyerek (polisi itu pasti menangnyag pernah bisa kalah)'..
fuck police....aparat keparat...

Selasa, 27 Maret 2012

BBM naik

"tak selamanya benda cair itu menuju tempat yang lebih rendah"

Yaah....fenomena yang terjadi Indonesia saat ini adalah kenaikan harga BBM yang membuat rakyat molai 'kebakaran jenggot'.Saya juga tidak menyalahkan masyarakat dan juga tidak menyalahkan pemerintah, memang yang terjadi ya begitu seharusnya. (ntah itu pengalihan isu/bisa juga sebagai strategi politik saya juga tidak tau)
Pemerintah menaikkan harga BBM tidak seenaknya sendiri tapi karena sesuatu hal yang harus mengambil kebijakan tersebut...sebenarnya saya juga tau klo pemerintah berat untuk menaikkan harga BBM karena akan menjadi musuh rakyat...(dukur rek basane..hehe)
Demo turun kejalan adalah salah satu cara menyampaikan aspirasi karena negara ini menganut faham demokrasi...asalkan tidak anarkis..

susah mau nulisnya dalam bahasa pembawa berita..dibuat gampang aja ya...
saya ambil contoh apabila pemerintah menaikkan harga BBM maka semua sektor akan ikut naik pula molai dari pangan,,transportasi dll..dan ini juga klo menurut saya pendapatan perkapita negara juga akan naik (semoga tidak salah..hehe)..jadi gaji akan ikut naik...aseeeekkkk.!!!
BBM naik harga yang lain ikut naik..klo BBM turun harga2 yang lain g ikut turun...*sakno pemerintah saline dioyak2i terus g tau direwangi golek solusi..

dari segi ekonomi rakyat...pemerintah seharusnya bisa melihat bagaimana nasib rakyat,,,misalkan nelayan yang mau mencari ikan tidak bisa melaut karena tidak mampu membeli bahan bakar...

klo menurut saya dan saya melihatnya...g masalah jika harus dinaikkan toh negara kita juga beli dari luar berarti harus ikut pasar,,lagian harga rokok yang terus naik g pernah ada protes..lha kok harga BBM yang naik jadi Rp. 6500,- semuanya pada berontak..
dan juga klo harga BBM terus naik jadi kita harus bekerja keras mencari alternatif laen selain BBM..misalkan gas,,lisrik,,matahari..dll.
klo penggguna kendaraan bermotor bisa menggunakan transportasi massal (pemerintah harus menyediakan yang layak),,atau bisa juga yang lagi tren saat ini bike to work..selain mengurangi polusi udara juga badan bisa sehat..
seharusnya kita bisa mengelola sendiri minyak yang ada di negara ini karena negara ini kaya akan SDA...tapi apa daya negara kita tidak mampu baik dalam segi alat dan tenaga ahli 

harga BBM naik atau tidak naik pasti kita akan membelinya karena sudah menjadi kebutuhan..tergantung bagaimana kita mensiasatinya...lagipula negara kita masih termasuk negara dengan harga BBM terendah..
jadi kita ambil positipnya aja ya..

tetap smangat pagi Indonesia.

Jumat, 23 Maret 2012

Molai Nulis Lagi

yaahh...ini mungkin awal mulai lagi aku menulis lagi diblog yang udah g sempet dipegang karena kesibukan (padahal menyibukkan diri..hehe)
*sebentar harus diralat dulu....padahal saya sedang mengetik kenapa kok menulis,,ok untuk seterusnya aku akan mengganti 'menulis' dengan 'mengetik'

udah banyak yang ada diotak pengen diketik karena bingung mau ditumpahkan kemana..karena saat2 ini banyak masalah yang terjadi dan aku pengen mengutarakan pendapatku sesuai dengan pemikiranku...jadi ya yang cocok dengan mengetik di blog ini..

emang blog ini aku buat untuk mengetik semua yang berhubungan tentangku molai dari perjalanan hidup,,opini/sudut pandangku tentang masalah yang ada,,informasi yang menarik menurutku...(g ada bedanya sama egois ya...hehe)

mungkin saat ini hanya itu yang bisa aku ketik untuk sementara..soalnya harus disesuaikan sama judul yang diatas

Selasa, 07 Februari 2012

bahasa SUROBOYOAN

Dialek Surabaya atau lebih sering dikenal sebagai bahasa Suroboyoan adalah sebuah dialek bahasa Jawa yang dituturkan di Surabaya dan sekitarnya. Dialek ini berkembang dan digunakan oleh sebagian masyarakat Surabaya dan sekitarnya. Secara struktural bahasa, bahasa Suroboyoan dapat dikatakan sebagai bahasa paling kasar. Meskipun demikian, bahasa dengan tingkatan yang lebih halus masih dipakai oleh beberapa orang Surabaya, sebagai bentuk penghormatan atas orang lain. Namun demikian penggunaan bahasa Jawa halus (madya sampai krama) di kalangan orang-orang Surabaya kebanyakan tidaklah sehalus di Jawa Tengah terutama Yogyakarta dan Surakarta dengan banyak mencampurkan kata sehari-hari yang lebih kasar.

Batas wilayah penggunaan dialek Suroboyoan diperkirakan sampai wilayah:

* Wilayah Selatan
o Perak (Kab. Jombang - bukan Tanjung Perak di Surabaya).

Wilayah Perak Utara masih menggunakan Dialek Surabaya, sementara Perak Selatan telah menggunakan Dialek Kulonan.

o Malang (beberapa daerah di wilayah Kabupaten dan Kota Malang juga menggunakan dialek ini)
* Wilayah Utara
o Madura

Beberapa orang Madura dapat menggunakan Dialek ini secara aktif.

o Barat

Wilayah Gresik

o Timur

Belum diketahui secara pasti, namun di sepanjang pesisir tengah Jawa Timur (Pasuruan, Probolinggo sampai Banyuwangi) Dialek ini juga banyak digunakan.

Akhir-akhir ini, banyak media lokal yang menggunakan dialek Surabaya sebagai bahasa pengantar mereka.

Orang Surabaya lebih sering menggunakan partikel "rek" sebagai ciri khas mereka. Partikel ini berasal dari kata "arek", yang dalam dialek Surabaya menggantikan kata "bocah" (anak) dalam bahasa Jawa standar. Partikel lain adalah "seh" (e dibaca seperti e dalam kata edan), yang dlam bahasa Indonesia setara dengan partikel "sih".

Orang Surabaya juga sering mengucapkan kata "titip" secara /tetep/, dengan i diucapkan seperti /e/ dalam kata "edan"; dan kata "tutup" secara /totop/ dengan u diucapkan seperti /o/ dalam kata "soto". Selain itu, vokal terbuka sering dibuat hambat, seperti misalnya: "kaya" (=seperti) lebih banyak diucapkan /k@y@?/ daripada /k@y@/, kata "isa" (=bisa) sering diucapkan /is@?/ daripada /is@/.
[sunting] Kosa kata

Beberapa kosa kata khas Suroboyoan:

* "Pongor, Gibeng, Santap, Waso (istilah untuk Pukul atau Hantam);
* "kathuken" berarti "kedinginan" (bahasa Jawa standar: kademen);
* "gurung" berarti "belum" (bahasa Jawa standar: durung);
* "gudhuk" berarti "bukan" (bahasa Jawa standar: dudu);
* "deleh" berarti "taruh/letak" (delehen=letakkan) (bahasa Jawa standar: dekek);
* "kek" berarti "beri" (kek'ono=berilah) (bahasa Jawa standar: wenehi);
* "ae" berarti "saja" (bahasa Jawa standar: wae);
* "gak" berarti "tidak" (bahasa Jawa standar: ora);
* "arek" berarti "anak" (bahasa Jawa standar: bocah);
* "kate/kape" berarti "akan" (bahasa Jawa standar: arep);
* "lapo" berarti "sedang apa" atau "ngapain" (bahasa Jawa standar: ngopo);
* "opo'o" berarti "mengapa" (bahasa Jawa standar: kenopo);
* "soale" berarti "karena" (bahasa Jawa standar: kerono);
* "atik" (diucapkan "atek") berarti "pakai" atau "boleh" (khusus dalam kalimat"gak atik!" yang artinya "tidak boleh");
* "longor/peleh" berarti "tolol" (bahasa Jawa standar: goblok/ndhableg);
* "cek" ("e" diucapkan seperti kata "sore") berarti "agar/supaya" (bahasa Jawa standar: ben/supados);
* "gocik" berarti "takut/pengecut" (bahasa Jawa standar: jireh);
* "mbadok" berarti "makan" (sangat kasar) (bahasa Jawa standar: mangan);
* "ciamik soro/mantab jaya" berarti "enak luar biasa" (bahasa Jawa standar: enak pol/enak banget);
* "rusuh" berarti "kotor" (bahasa Jawa standar: reged);
* "gae" berarti "pakai/untuk/buat" (bahasa Jawa standar: pakai/untuk=kanggo, buat=gawe);
* "andhok" berarti "makan di tempat selain rumah" (misal warung);
* "cangkruk" berarti "nongkrong";
* "babah" berarti "biar/masa bodoh";
* "matek" berarti "mati" (bahasa Jawa standar: mati);
* "sampek/sampik" berarti "sampai" (bahasa Jawa standar: nganti);
* "barekan" berarti "lagipula";
* "masiyo" berarti "walaupun";
* "nang/nak" berarti "ke" atau terkadang juga "di" (bahasa Jawa standar: menyang);
* "mari" berarti "selesai";(bahasa Jawa standar: rampung); acapkali dituturkan sebagai kesatuan dalam pertanyaan "wis mari tah?" yang berarti "sudah selesai kah?" Pengertian ini sangat berbeda dengan "mari" dalam Bahasa Jawa Standar. Selain petutur Dialek Suroboyoan, "mari" berarti "sembuh"
* "mene" berarti "besok" (bahasa Jawa standar: sesuk);
* "maeng" berarti tadi.
* "koen" (diucapkan "kon") berarti "kamu" (bahasa Jawa standar: kowe). Kadangkala sebagai pengganti "koen", kata "awakmu" juga digunakan. Misalnya "awakmu wis mangan ta?" (Kamu sudah makan kah?") Dalam bahasa Jawa standar, awakmu berarti "badanmu" (awak = badan)
* "lading" berarti "pisau" (bahasa Jawa standar: peso);
* "lugur" berarti "jatuh" (bahasa Jawa standar: tiba);
* "dhukur" berarti "tinggi" (bahasa Jawa standar: dhuwur);
* "thithik" berarti "sedikit" (bahasa Jawa standar: sithik);
* "temen" berarti "sangat" (bahasa Jawa standar: banget);
* "pancet" berarti "tetap sama" ((bahasa Jawa standar: tetep);
* "iwak" berarti "lauk" (bahasa Jawa standar: lawuh, "iwak" yang dimaksud disini adalah lauk-pauk pendamping nasi ketika makan, "mangan karo iwak tempe", artinya Makan dengan lauk tempe, dan bukanlah ikan (iwak) yang berbentuk seperti tempe);
* "engkuk" (u diucapkan o) berarti "nanti" (bahasa Jawa standar: mengko);
* "ndhek" berarti "di" (bahasa Jawa standar: "ing" atau "ning"; dalam bahasa Jawa standar, kata "ndhek" digunakan untuk makna "pada waktu tadi", seperti dalam kata "ndhek esuk" (=tadi pagi),"ndhek wingi" (=kemarin));
* "nontok" lebih banyak dipakai daripada "nonton";
* "yok opo" (diucapkan /y@?@p@/) berarti "bagaimana" (bahasa Jawa standar: "piye" atau *"kepiye"; sebenarnya kata "yok opo" berasal dari kata "kaya apa" yang dalam bahasa Jawa standar berarti "seperti apa")
* "peno"/sampeyan (diucapkan pe n@; samp[e]yan dengan huruf e seperti pengucapan kata meja) artinya kamu
* "jancuk" ialah kata kurang ajar yang sering dipakai seperti "fuck" dalam bahasa Inggris; merupakan singkatan dari bentuk pasif "diancuk"; variasi yang lebih kasar ialah "mbokmu goblok"; oleh anak muda sering dipakai sebagai bumbu percakapan marah
* "waras" ialah sembuh dari sakit (dlm bahasa jawa tengah sembuh dari penyakit jiwa)
* "embong" ialah jalan besar / jalan raya
* "nyelang" arinya pinjam sesuatu
* "parek/carek" artinya dekat
* "ndingkik" artinya mengintip
* "semlohe" artinya sexy (khusus untuk perempuan)

"jancuk" dari kata 'dancuk' dan turunan dari 'diancuk' dan turunan dari 'diencuk' yg artinya 'disetubuhi' ('dientot' bahasa betawinya) orang jawa (golongan mataraman) pada umumnya menganggap dialek suroboyoan adalah yang terkasar. tapi sebenarnya itu menujukkan sikap tegas, lugas, dan terus terang. sikap basa basi yang diagung-agungkan wong jawa, tidak berlaku dalam kehidupan arek suroboyo. misalnya dalam berbicara, wong jawa menekankan tdak boleh memandang mata lawan bicara yang lebih tua atau yang dituakan atau pemimpin, karena dianggap tdak sopan. Tapi dalam budaya arek suroboyo,itu tanda bahwa orang tersebut sejatinya pengecut, karena tidak berani memandang mata lawan bicara. Tapi kata jancuk juga dapat diartikan sebagai tanda persahabatan, arek-arek suroboyo kalo lama tidak bertemu dengan sahabatnya jika ketemu pasti ada kata jancuknya terucap contoh: "jancuk piye khabare rek suwi gak ketemu", jancuk juga merupakan tanda seberapa dekatnya arek suroboyo dengan temannya dengan tanda apabila ketika kata jancuk diucapkan obrolan semakin hangat. contoh: "yo gak ngunu cuk critane matamua mosok mbalon gak mbayar".

Selain itu, sering pula ada kebiasaan di kalangan penutur dialek Surabaya, dalam mengekspresikan kata 'sangat', mereka menggunakan penekanan pada kata dasarnya tanpa menambahkan kata sangat (bangat atau temen), misalnya "sangat panas" sering diucapkan "puanas", "sangat pedas" diucapkan "puedhes", "sangat enak" diucapkan "suedhep" dsb.

* Hawane puanas (udaranya panas sekali)
* Sambele iku puedhes (sambal itu pedas sekali)

Selain itu. salah satu ciri lain dari bahasa Jawa dialek Surabaya, dalam memberikan perintah menggunakan kata kerja, kata yang bersangkutan direkatkan dengan akhiran -no. Dalam bahasa Jawa standar, biasanya direkatkan akhiran -ke

* "Uripno (Jawa standar: urip-ke) lampune!" (Hidupkan lampunya!)
* "Tukokno (Jawa standar: tukok-ke) kopi sakbungkus!" (Belikan kopi sebungkus!)

Perbedaan antara bahasa Jawa standar dengan bahasa Jawa Surabaya tampak sangat jelas berbeda dalam beberapa kalimat dan ekspresi seperti berikut :

* Bahasa Jawa Surabaya : He yo'opo kabare rek?
* Bahasa Jawa standar : Piye kabare cah?
* Bahasa Indonesia : Apa kabar kawan?

* Bahasa Jawa Surabaya : Rek, koen gak mangan a?
* Bahasa Jawa standar : Cah, kowe ra podho maem to?
* Bahasa Indonesia : Kalian tidak makan?

* Bahasa Jawa Surabaya : Ton(nama orang), celukno Ida(nama orang) po'o
* Bahasa Jawa standar : Ton, undangke Ida
* Bahasa Indonesia : Ton, panggilkan Ida dong

Logat Doudoan

Logat Doudoan merupakan sempalan dari Dialek Surabaya, yang seperti pada logat Bawean merupakan akulturasi dari beberapa bahasa. Ditengarai logat Doudoan ini dipengaruhi selain Dialek Surabaya juga oleh Dialek Pantura Jawa Timur, Dialek Madura, dan lain-lain.

Beberapa kosakata yang membedakan dari Dialek Surabaya:

* pangot atau ongot alih-alih kata lading yang berarti pisau (ditengarai berasal dari Dialek Pantura Jawa Timur)
* kèpiyé atau piyé alih-alih kata yaapa atau kěkapa yang berarti bagaimana (dari Bahasa Jawa standar)
* thethek alih-alih kata mentor yang berarti kacang mete

dan sebagainya

Kemudian, ada beberapa kata dalam bahasa Jawa (baik Dialek Surabaya maupun Bahasa Jawa standar) yang diucapkan berbeda, antara lain:

* Penggunaan suku kata berakhiran -ěh dan -oh menggantikan -ih dan -uh. Contoh: putih menjadi putěh, uruh (busa) menjadi uroh, dsb.
* Penggunaan i jejeg dan u jejeg pada beberapa suku kata yang harusnya dibaca i miring dan u miring. Contoh: cilik (kecil) menjadi ciliyk, kisut (keriput) menjadi kisuwt, dsb.

Namun sebagian besar kosakata logat ini hampir sama dengan Dialek Surabaya sehingga dapat dimasukkan ke dalam golongan Dialek Surabaya.
dikutip dari :Bonek Cyber (fb)